GSM (gram per meter persegi) kain yang tidak mencukupi mungkin tampak seperti masalah kecil dengan dampak kecil pada perdagangan reguler. Namun, untuk pesanan ekspor atau transaksi perdagangan tertentu, GSM seringkali menjadi faktor yang paling penting. Tidak jarang perusahaan mendapatkan pesanan besar hanya untuk menghadapi pengembalian atau klaim karena GSM kain yang tidak memenuhi standar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa GSM kain tidak mencukupi.
1. Menentukan GSM Kain
Pertama, periksa apakah nomor benang dan kepadatan kain sesuai dengan spesifikasi. Potong sampel berbentuk persegi panjang atau persegi dari kain, pastikan tepinya sejajar dengan dua benang lusi dan dua benang pakan. Ukur panjang dan lebarnya (dalam sentimeter) dengan penggaris baja untuk menghitung luas sampel yang dipotong (dalam sentimeter persegi). Kemudian timbang sampel tersebut pada timbangan (dalam miligram).
Rumus untuk perhitungan GSM sampel:
GSM = 1000 Berat (mg) ÷ 10000 Luas (cm2) = Luas (cm2) Berat (mg) × 10
1.1 Metode Perhitungan dan Alat Gabungan
Contoh: Sebuah sampel kain berukuran panjang 7 cm dan lebar 8 cm, dengan berat 772 mg.
GSM = 7 × 8772 × 10 = 138 g/m2
1.2 Metode Hanya Menggunakan Alat
Gunakan alat pemotong kain berbentuk lingkaran. Letakkan kain di bawahnya dan putar alat pemotong searah jarum jam beberapa kali untuk memotong tiga sampel berbentuk lingkaran (diambil setidaknya 20 cm dari tepi kain). Timbang sampel tersebut menggunakan timbangan elektronik untuk mendapatkan nilai GSM yang tepat.
2. Menghitung GSM Kain yang Dicelup
GSM kain mentah mengacu pada berat per satuan luas kain, biasanya dinyatakan dalam gram per meter persegi (g/m²) atau ons per yard persegi (oz/yd²). GSM sebenarnya sangat dipengaruhi oleh rasio pencampuran kapas, nomor benang, lebar kain jadi, dan proses pasca-penyelesaian. Berikut adalah rumus sederhana untuk perhitungan GSM:
2.1 Perhitungan GSM untuk Kain yang Dicelup Tanpa Peregangan
GSM = (Jumlah Benang Lusi / Kepadatan Benang Lusi Kain Abu-abu + Jumlah Benang Pakan / Kepadatan Benang Pakan Kain Abu-abu) × 24,3
Contoh: Hitung GSM kain dengan spesifikasi 20×16 / 128×60 / 63″.
GSM=(20128+1660)×24.3≈246.6 g/m2
Kisaran GSM sebenarnya adalah sekitar 242–248 g/m².
2.2 Perhitungan GSM untuk Kain Elastis Jadi
GSM = Lebar Kain Jadi / Lebar Sisir Tenun × (Jumlah Benang Lusi / Kepadatan Lusi pada Mesin Tenun × 22,17 + Jumlah Benang Pakan / Kepadatan Pakan Kain Mentah × 21,4)
Contoh: Hitung GSM kain dengan spesifikasi C 78″ / 20×16+70D / 116×48.
GSM = 5878 × (20116 × 22,17 + 1648 × 21,4) ≈ 259 g/m2
Kisaran GSM sebenarnya adalah sekitar 260–265 g/m².
Catatan: 78″ mengacu pada lebar sisir tenun, dan 58″ mengacu pada lebar kain jadi.
3. Perbandingan Antara Perhitungan Sederhana dan Penimbangan Aktual
Bandingkan nilai GSM yang dihitung menggunakan rumus sederhana dengan GSM aktual yang ditimbang dari sampel kain jadi. Secara umum, penyimpangan dalam ±5 g/m² dianggap dapat diterima. Penyimpangan yang signifikan memerlukan analisis menyeluruh. Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun, pola-pola berikut telah dirangkum:
Penyimpangan dalam kisaran ±5 g/m² adalah normal dalam kondisi standar. Untuk penyimpangan yang signifikan, ikuti panduan berikut: Benang sisir padat cenderung memiliki penyimpangan yang lebih kecil.
- Untuk benang campuran poliester-katun, poliester-nilon, dan benang serat kimia, konstanta konversinya lebih tinggi daripada konstanta 583,1 yang digunakan untuk katun murni. Benang dengan hitungan nominal yang sama memiliki hitungan tex aktual yang lebih tinggi, sehingga nilai GSM yang dihitung lebih rendah daripada nilai timbangan aktual.
- Benang pintal dibentuk dengan memutar dua atau lebih benang tunggal menjadi satu. Karena penyusutan akibat puntiran, nomor benang sebenarnya lebih tebal daripada nomor nominal, sehingga nilai GSM yang dihitung lebih rendah daripada nilai berat sebenarnya. Penyimpangan ini lebih nyata ketika benang lusi dan benang pakan dipintal.
- Benang pintal ujung terbuka terbuat dari serat stapel dan mengalami kehilangan yang cukup besar selama proses pencucian pada tahap pra-perlakuan pewarnaan dan pencetakan, sehingga nilai GSM yang dihitung lebih tinggi daripada nilai berat sebenarnya.
- GSM biasanya meningkat sebesar 5–6,5% setelah perlakuan pencucian.
- Untuk kain yang diwarnai gelap, berat pewarna menyebabkan nilai GSM yang dihitung sedikit lebih tinggi daripada nilai berat sebenarnya.
- Untuk kain yang diputihkan atau berwarna terang, nilai GSM yang dihitung sedikit lebih tinggi daripada nilai berat sebenarnya.
- GSM meningkat sebesar 3–7% setelah perlakuan pelapisan.
- GSM menurun sebesar 3,5–6% setelah menjalani perawatan.
4. Alasan Penurunan GSM Kain Jadi
- Peregangan berlebihan selama pra-perawatan menyebabkan penurunan kepadatan benang pakan.
- Meregangkan kain jadi secara berlebihan hingga lebarnya terlalu besar.
- Konsentrasi alkali yang tinggi dan suhu yang terlalu tinggi pada proses pasca-pengolahan merusak serat benang.
- Benang mentah yang dibeli lebih tipis daripada ukuran yang ditentukan (misalnya, benang nominal 40S sebenarnya berukuran 41S).
- Gesekan parah pada benang mentah selama proses tenun menyebabkan serat terlepas secara berlebihan, sehingga menghasilkan benang yang lebih tipis dan GSM yang lebih rendah.
- Proses pewarnaan ulang atau pengupasan warna selama pewarnaan menyebabkan kehilangan benang yang signifikan dan benang yang lebih tipis.
- Intensitas api yang terlalu tinggi selama proses pembakaran bulu akan mengeringkan permukaan kain; proses penghilangan kanji selanjutnya akan merusak benang, membuatnya lebih tipis.
- Kerusakan pada permukaan kain selama proses penyikatan atau penyelesaian suede.
Waktu posting: 18 Agustus 2025